BUSER/MEDAN, Lokasi yang strategi dan nyaman, membuat anda yang gemar memiliki hewan peliharaan khusunya burung tak ada salahnya untuk datang kepusat perbelanjaan penjualan segala jenis burung di CV Damar Lestari Indonesia yang berada di Jalan FL Tobing atau yang dikenal dengan Jalan Bintang.
Di ruko yang berukuran 6x20 meter tersebut, terdapat ratusan jenis hewan burung yang terpajang di depan dan didalam toko tersebut, baik burung jenis lokal maupun import. Widyanarko (55) pemilik usaha mengungkapkan bahwa, usahanya burung milikinya sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu sampai sekarang.
Tak jarang setiap harinya, para kicau mania selalu mendatangi toko miliknya untuk membeli hewan (burung) impian mereka. Bukan hanya itu, Narko yang akrab disapa teman-temannya mengatakan, hampir rata-rata hewan peliharaannya itu berasal dari luar Sumatra,"ada yang dari Jawa, Kalimantan, Aceh , India (Pakistan) bahkan dari Afrika juga ada,"ucapnya.
Selain menjual burung, Narko juga menjual hewan peliharaan lainnya seperti ayam dari India (pakistan), kucing jenis anggora, kelinci dan beberapa hewan peliharaan lainnya. Narko juga mengkisahkan dirinya membangun usaha tersebut tak semulus yang dibayangkan. Dalam menjalankan bisnis yang ia lakoni, tak jarang Narko mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Namun, karna kerja kerasnya dan didukung dari keluarga dan teman-temannya akhirnya, Narko sukses dalam menjalankan bisnis menjual hewan peliharaan khususnya burung.
"Kalau rugi ya selalu ada aja, terkadang banyak burung yang mati, apa lagi kalau yang mati itu burung-burung dari luar Sumatra. Dalam sehari ada 5 sampai 10 burung yang mati,"katanya.
Syahri (62) warga Jalan Pabrik Tenun, Sekip, mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya datang ketempat Narko untuk membeli burung impiannya,"saya sudah lama membeli burung di sini, selain banyak jenisnya, harganya juga tergolong murah, saya sering beli burung jenis murai batu, kacir, jalak dan yang lainnya,"terang Syahri sembari mengatakan dirinya selalu mengikuti kontes perlombaan burung.
Selain Syhari, Rudi (47) warga Tebing Tinggi mengatakan kalau dirinya juga salah satu pelanggan,"banyak yang jual burung di Medan, tapi saya selalu datang kesini, walau pun jaraknya jauh tapi saya puas. Harga burung di sini juga murah-murah,"ucap Rudi yang datang ke toko milik Narko untuk membeli burung Beo.
Sebelumnya, Narko mengatakan berterima kasih kepada orang yang telah mendukung usahanya tersebut,"selain keluarga, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan untuk usaha saya ini. Mungkin kalau tidak ada mereka saya tidak tau lagi. Makanya saya senang kalau ada teman-teman yang datang kemari saya, walau pun cuma duduk-duduk sambil mendengarkan suara kicauwan burung,"ungkap Narko.(rul)
Lokasi yang strategi dan nyaman, membuat anda yang gemar memiliki hewan peliharaan khusunya burung tak ada salahnya untuk datang kepusat perbelanjaan penjualan segala jenis burung di CV Damar Lestari Indonesia yang berada di Jalan FL Tobing atau yang dikenal dengan Jalan Bintang.
Di ruko yang berukuran 6x20 meter tersebut, terdapat ratusan jenis hewan burung yang terpajang di depan dan didalam toko tersebut, baik burung jenis lokal maupun import. Widyanarko (55) pemilik usaha mengungkapkan bahwa, usahanya burung milikinya sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu sampai sekarang.
Tak jarang setiap harinya, para kicau mania selalu mendatangi toko miliknya untuk membeli hewan (burung) impian mereka. Bukan hanya itu, Narko yang akrab disapa teman-temannya mengatakan, hampir rata-rata hewan peliharaannya itu berasal dari luar Sumatra,"ada yang dari Jawa, Kalimantan, Aceh dan India (Pakistan),"ucapnya.
Selain menjual burung, Narko juga menjual hewan peliharaan lainnya seperti kucing jenis anggora, kelinci dan beberapa hewan peliharaan lainnya. Narko juga mengkisahkan dirinya membangun usaha tersebut tak semulus yang dibayangkan. Dalam menjalankan bisnis yang ia lakoni, tak jarang Narko mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Namun, karna kerja kerasnya dan didukung dari keluarga dan teman-temannya akhirnya, Narko sukses dalam menjalankan bisnis menjual hewan peliharaan khususnya burung.
"Kalau rugi ya selalu ada aja, terkadang banyak burung yang mati, apa lagi kalau yang mati itu burung-burung dari luar Sumatra. Dalam sehari ada 5 sampai 10 burung yang mati,"katanya.
Syahri (62) warga Jalan Pabrik Tenun, Sekip, mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya datang ketempat Narko untuk membeli burung impiannya,"saya sudah lama membeli burung di sini, selain banyak jenisnya, harganya juga tergolong murah, saya sering beli burung jenis murai batu, kacir, jalak dan yang lainnya,"terang Syahri sembari mengatakan dirinya selalu mengikuti kontes perlombaan burung.
Selain Syhari, Rudi (47) warga Tebing Tinggi mengatakan kalau dirinya juga salah satu pelanggan,"banyak yang jual burung di Medan, tapi saya selalu datang kesini, walau pun jaraknya jauh tapi saya puas. Harga burung di sini juga murah-murah dan terjangkau,"ucap Rudi yang datang ke toko milik Narko untuk membeli burung Beo.
Sebelumnya, Narko mengatakan berterima kasih kepada orang yang telah mendukung usahanya tersebut,"selain keluarga, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan untuk usaha saya ini. Mungkin kalau tidak ada mereka saya tidak tau lagi. Makanya saya senang kalau ada teman-teman yang datang kemari saya, walau pun cuma duduk-duduk sambil mendengarkan suara kicauwan burung,"ungkap Narko.(rul)
Di ruko yang berukuran 6x20 meter tersebut, terdapat ratusan jenis hewan burung yang terpajang di depan dan didalam toko tersebut, baik burung jenis lokal maupun import. Widyanarko (55) pemilik usaha mengungkapkan bahwa, usahanya burung milikinya sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu sampai sekarang.
Tak jarang setiap harinya, para kicau mania selalu mendatangi toko miliknya untuk membeli hewan (burung) impian mereka. Bukan hanya itu, Narko yang akrab disapa teman-temannya mengatakan, hampir rata-rata hewan peliharaannya itu berasal dari luar Sumatra,"ada yang dari Jawa, Kalimantan, Aceh , India (Pakistan) bahkan dari Afrika juga ada,"ucapnya.
Selain menjual burung, Narko juga menjual hewan peliharaan lainnya seperti ayam dari India (pakistan), kucing jenis anggora, kelinci dan beberapa hewan peliharaan lainnya. Narko juga mengkisahkan dirinya membangun usaha tersebut tak semulus yang dibayangkan. Dalam menjalankan bisnis yang ia lakoni, tak jarang Narko mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Namun, karna kerja kerasnya dan didukung dari keluarga dan teman-temannya akhirnya, Narko sukses dalam menjalankan bisnis menjual hewan peliharaan khususnya burung.
"Kalau rugi ya selalu ada aja, terkadang banyak burung yang mati, apa lagi kalau yang mati itu burung-burung dari luar Sumatra. Dalam sehari ada 5 sampai 10 burung yang mati,"katanya.
Syahri (62) warga Jalan Pabrik Tenun, Sekip, mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya datang ketempat Narko untuk membeli burung impiannya,"saya sudah lama membeli burung di sini, selain banyak jenisnya, harganya juga tergolong murah, saya sering beli burung jenis murai batu, kacir, jalak dan yang lainnya,"terang Syahri sembari mengatakan dirinya selalu mengikuti kontes perlombaan burung.
Selain Syhari, Rudi (47) warga Tebing Tinggi mengatakan kalau dirinya juga salah satu pelanggan,"banyak yang jual burung di Medan, tapi saya selalu datang kesini, walau pun jaraknya jauh tapi saya puas. Harga burung di sini juga murah-murah,"ucap Rudi yang datang ke toko milik Narko untuk membeli burung Beo.
Sebelumnya, Narko mengatakan berterima kasih kepada orang yang telah mendukung usahanya tersebut,"selain keluarga, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan untuk usaha saya ini. Mungkin kalau tidak ada mereka saya tidak tau lagi. Makanya saya senang kalau ada teman-teman yang datang kemari saya, walau pun cuma duduk-duduk sambil mendengarkan suara kicauwan burung,"ungkap Narko.(rul)
Lokasi yang strategi dan nyaman, membuat anda yang gemar memiliki hewan peliharaan khusunya burung tak ada salahnya untuk datang kepusat perbelanjaan penjualan segala jenis burung di CV Damar Lestari Indonesia yang berada di Jalan FL Tobing atau yang dikenal dengan Jalan Bintang.
Di ruko yang berukuran 6x20 meter tersebut, terdapat ratusan jenis hewan burung yang terpajang di depan dan didalam toko tersebut, baik burung jenis lokal maupun import. Widyanarko (55) pemilik usaha mengungkapkan bahwa, usahanya burung milikinya sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu sampai sekarang.
Tak jarang setiap harinya, para kicau mania selalu mendatangi toko miliknya untuk membeli hewan (burung) impian mereka. Bukan hanya itu, Narko yang akrab disapa teman-temannya mengatakan, hampir rata-rata hewan peliharaannya itu berasal dari luar Sumatra,"ada yang dari Jawa, Kalimantan, Aceh dan India (Pakistan),"ucapnya.
Selain menjual burung, Narko juga menjual hewan peliharaan lainnya seperti kucing jenis anggora, kelinci dan beberapa hewan peliharaan lainnya. Narko juga mengkisahkan dirinya membangun usaha tersebut tak semulus yang dibayangkan. Dalam menjalankan bisnis yang ia lakoni, tak jarang Narko mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Namun, karna kerja kerasnya dan didukung dari keluarga dan teman-temannya akhirnya, Narko sukses dalam menjalankan bisnis menjual hewan peliharaan khususnya burung.
"Kalau rugi ya selalu ada aja, terkadang banyak burung yang mati, apa lagi kalau yang mati itu burung-burung dari luar Sumatra. Dalam sehari ada 5 sampai 10 burung yang mati,"katanya.
Syahri (62) warga Jalan Pabrik Tenun, Sekip, mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya datang ketempat Narko untuk membeli burung impiannya,"saya sudah lama membeli burung di sini, selain banyak jenisnya, harganya juga tergolong murah, saya sering beli burung jenis murai batu, kacir, jalak dan yang lainnya,"terang Syahri sembari mengatakan dirinya selalu mengikuti kontes perlombaan burung.
Selain Syhari, Rudi (47) warga Tebing Tinggi mengatakan kalau dirinya juga salah satu pelanggan,"banyak yang jual burung di Medan, tapi saya selalu datang kesini, walau pun jaraknya jauh tapi saya puas. Harga burung di sini juga murah-murah dan terjangkau,"ucap Rudi yang datang ke toko milik Narko untuk membeli burung Beo.
Sebelumnya, Narko mengatakan berterima kasih kepada orang yang telah mendukung usahanya tersebut,"selain keluarga, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan untuk usaha saya ini. Mungkin kalau tidak ada mereka saya tidak tau lagi. Makanya saya senang kalau ada teman-teman yang datang kemari saya, walau pun cuma duduk-duduk sambil mendengarkan suara kicauwan burung,"ungkap Narko.(rul)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar