www.beritamonitor.com

www.beritamonitor.com
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2016

Residivis Rampok WNA Autralia

MEDAN(BERITA MONITOR)-Akhirnya Petugas Unit Reskrim Polsek Patumbak menembak pelaku perampokan Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Australia.

Konon pelaku yang kerap beraksi dikawasan Terminal Amplas,Medan.diketahui bernama Hamonangan Riski (25),warga Porsea.dirinya harus dilumpuhkan karena mencoba kabur dan melakukan perlawanan ketika ditangkap.Sedangkan seorang tersangka lagi,Fredi Sirait masih dalam pengejaran polisi.

Informasi yang diperoleh awak media ini dalam aksi nekat kedua tersangka berlangsung. ketika korban,Ruan Kruger (18) warga Australia baru saja tiba di Terminal Amplas dari kawasan wisata Tuk-tuk Samosir,Rabu (8/6) tadi malam.

Korban hendak naik becak motor yang akan mengantarkannya mengitari Kota Medan.pasalnya belum sempat naik becak motor,kedua tersangka langsung merampas tas korban berisikan dompet, uang tunai Rp.1,4 juta,16 USD,1 kartu driver licence,1 kartu Medicare,1 kartu QUT ( Queensland universitet of Tecnology),1 kartu Medi Bank, dan 1 kartu positive notice blue card.

Alhasil,dalam kejadian itu reflek membuat korban berteriak.Personel Polsek Patumbak yang kebetulan tengah berpatroli dilokasi langsung melakukan pengejaran.Kemudian Hamonangan berhasil dibekuk, dia ditembak karena mencoba melawan.Sedangkan rekannya berhasil kabur.

Sementara itu kita harus melakukan tindakan tegas dan terukur.karena tersangka ini mencoba melakukan perlawanan.dari tangan tersangka turut kita amankan barang bukti berupa tas milik korban.sedangkan tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama.dia baru keluar dari tahanan Lapas setelah sebelumnya kita tangkap diseputaran Terminal Amplas,ungkap Kapolsek Patumbak,Kompol Wilson Pasaribu,melalui Kanit Reskrimnya AKP Fery Kusnadi,Kamis (9/6) sore.(MS)

Polresta Medan Tangkap Pelaku Begal Sadis

MEDAN(BERITA MONITOR)-Kepolisian Resor Kota Medan melalui unitPidana Umum (Pidum)Satreskrim Polresta berhasil menangkap pelaku begal dikenal sadis dalam setiap kali aksinya.

Hal ini dikatakan Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK.MHum, para pelaku masih berusia belasan tahun, pelaku diketahui berinisal BA(17) warga Jalan Benteng Hilir, Gang Bejo, Titi Sewa, Kecamatan Medan Tembung, RA (18) warga Jalan Pahlawan, Gang Kerambik, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Tembung dan MS (16) warga Jalan Williem Iskandar, Gang Ponimin, Kecamatan Medan Tembung.

"Penangkapan terhadap ketiga pelaku begal itu berdasarkan sejumlah laporan masyarakat, ketiganya diketahui putus sekolah. Sebelum melakukan aksi terlebih dahulu kumpul di daerah makam pahlawan dan dari sanalah melakukan rencana kejahatan,"jelasKapolresta Medan didampingi Kasat Reskrim Kompol Fahrizal Damanik, WakasatReskrim AKP Arfin Fahreza dan Kanit Pidum AKPBayu Putra Samara, Kamis(9/6/2016) di halaman Mapolresta Medan.

"Modusoperandi pelaku begal, Korban diancam kelewang dan teman tersangka lainnya mengambil sepeda motor korban."ucap mantan KapolresNias.
Ditambahkan Mardiaz,pelaku begal satu kelompok berjumlah 10 orang dalam setiap aksi selalu gonta-ganti pasangan tergantung kesiapan ataupun yang duluan datang ke lokasi. kepada penyidik ketiga tersangka mengaku sudah 15 kali melakukan aksi kejahatan di jalanan.(ms)

Sabtu, 21 Mei 2016

Bocah 7 Tahun Dicabuli

MEDAA(BERITAMONITOR.com)-Kasus Dugaan pencabulan kembali terjadi di jalan Kapten Rahmad Budin Lk 08 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan,Medan Sumatera Utara.
Korban AYP (7) yang duduk di kelas 1 Sekolah Dasar(SD) anak dari AY (32).Dalam kaitan ini orang tua korban sudah melakukan pisum guna melaporkan tindakan pencabulan ke Polsek Medan Labuhan.dengan nomor: STTLP/399/V/2016/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN.
Menurut orang tua korban terlapor bernama Hendra(15) juga masih merupakan tetangga korban yang duduk dibangku kelas 3 SMP.
Orang tua korban berharap kepada pihak kepolisian segera menangkap pelaku. sebab bukan anak saya saja yang menjadi korban pencabulan ini pak.Ujar Istri Korban kepada awak media.
Celakanya lagi dari informasi yang dihimpun awak media ini ada beberapa anak yang mengaku telah dilakukan pelecehan seksual dari terlapor yang bernama Hendra.
Modusnya Hendra dengan mengajak korban kerumahnya bermain,namun sampai dirumah Hendra melakukan aksinya.terang anak-anak yang sudah menjadi korban bejat Hendra.(ms)

Jumat, 06 Mei 2016

Reskrim Polsek Helvetia Tangkap Curanmor

MEDAN(BUSER SUMUT)-Spesialis pencurian sepeda motor dengan modus keliling, kembali ditangkap petugas Unit  Reskrim Polsek Helvetia disaat keduanya lagi santai dikediamannya.masing masing keduanya yakni,Maulana Zikri (26) warga Jalan Punggung, Gang Famili,Kel.Sei Sikambing B,Kec.Medan Sunggal.dan David Tambunan (31) warga Titi Papan,Gang Persatuan,Kel.Sei Sikambing D,Kec.Medan Petisah.
Informasi yang diperoleh bahwasanya kedua pelaku curanmor ini.ditangkap berdasarkan laporan Fakta Faisal Ginting (40),warga Jalan Jamin Ginting,Gang Budi Bukit No.40,Kel.Mangga,Kec.Medan Tuntungan.yang tertuang didalam LP353 /V / SU / Polresta Medan /Sek/Mdn Helvetia,1 Mei 2016.
Sedangkan sepeda motor korban digasak keduanya,disaat ia bertandang kerumah kerabatnya.di Jalan Bunga Herba ll No.26,Kel.Simpang Sekata,Kec.Medan Selayang.Saat itu korban memarkirkan kendaraannya Yamaha Mio BK.6312.IEG didepan rumah. selanjutnya beranjak ke lantai dua,ucap Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu S Manulang,Kamis (5/5).
Sementara itu beberapa saat kemudian korban keluar dan tak lagi mendapati kendaraannya ditempat semula.Rupanya saat keluar sepeda motor korban sudah dicuri kedua pelaku yang sebelumnya mengintai.selanjutnya korban membuat laporan,terangnya.(ms/ds)

Kampung Aur Kembali Digrebek Polresta Medan

MEDAN(BERITA MONITOR)-Sat Narkoba Polresta Medan dibantu Sat Sabhara kembali menggerebek Kampung Aur yang berada di Jalan Brigjend Katamso,Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (4/5) sore.

Menurut keterangan yang diperoleh dalam penggerebekan tersebut.seorang pria berseragam organisasi kemasyarakatan (ormas),Yondri Effendi (51),diamankan petugas bersama barang bukti 3 paket sabu,4 bilah senjata tajam dan senapan angin.serta petugas juga mengamankan satu plastik ganja tak bertuan dipinggir sungai Deli.

Sementara itu Kapolresta Medan,Kombes Mardiaz Khusin Dwihananto mengatakan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya akan terus dilakukan sampai Kampung Aur bersih dari narkoba."Kita tak akan berhenti menggerebek

Kampung Aur selagi masih ada peredaran narkoba. Kita juga sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta kepala lingkungan (kepling) untuk memberi informasi kepada kita,terang Mardiaz.(ms/ds)

Jumat, 04 Desember 2015

Polisi Ringkus Pencuri Pagar Taman Teladan

BERITA MONITOR (MEDAN)- Kapolsek Medan Kota Kompol Ronal C Sipayung,SIK,SH,MH didampingi Kanit Reskrim,AKP Martualesi Sitepu,SH,MH,Kamis (3/12).kembali mengungkap Aksi nekad dua org pelaku pencurian pagar taman teladan yang berakhir ditangan Polsek Medan Kota.Dua orang kawanan pencuri yang berhasil dibekuk secara terpisah itu adalah Hendrik Kurniawan Hutahayan, (24),pekerjaan jukir,warga Jalan.Pelangi Medan,dan Ade Rian Pratama (18),pekerjaan jukir,warga Jalan.Pelangi Medan.

Menurut keterangan Ronal,kedua tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi No : -186/II/2015/ tgl 4 Feb 2015,Laporan Polisi No : 814/VI/2015/ tgl 18 Jun 15 dan Laporan Polisi No : 1510/XI/2015/tgl 22 Nop 2015.serta atas nama Pelapor Edi Suroso,ST dari pihak Dinas Pertamanan Pemko Medan.Pelapor menerima informasi bahwa pagar taman bunga stadion telah dirusak dan dicuri selanjutnya pelapor membuat LP ditaksir kerugian LP I sekitar Rp.25 jt,LP II sekitar Rp.20 jt dan LP III sekitar Rp.12 jt.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media ini Upaya Personil Unit Reskrim pun ditingkatkan untuk mengungkapnya.Kanit Reskrim memimpin langsung team Operasional yang sudah berulang kali chek TKP melakukan lidik.
Sementara itu pada hari Senin kami melihat satu unit mobil jenis Toyota Kijang Petak warna hitam BK.9474.DZmelintas di jalan.Sisingamangaraja membawa barang-barang botot.Kemudian kami hentikan dan diperiksa ternyata didalamnya ada besi stainles pagar yang identik dengan pagar taman stadion teladan,ucap ronal.
Kanit Reskrim Martualesi Sitepu menambahkan,dari sopir mobil botot tersebut terungkap kedua Pelaku sebagai pemiliknya,hasil curian dari Taman Teladan.
Informasi yang dihimpun dari Pengakuan awal kedua tersangka menjelaskan sudah berulang kali melakukan pencurian ditaman tersebut. Kedua tersangka dijerat Pasal.363 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Barang bukti yang berhasil disitta 10 pagar stainless milik Dinas Pertamanan Pemko Medan.(mashuri)

Polsek Helvetia Ringkus Pengedar Uang Palsu

BERITA MONITOR (MEDAN)-Jajaran Reskrim Polsek Helvetia dibawah Pimpinan Kapolsek Helvetia Kompol Ronni Bonic,SH,SIK pada hari Kamis, (03/12) pukul.16.00.Wib kembali membekuk sindikat pelaku Pengedar Uang Palsu.
Menurut keterangan yang diperoleh awak media ini bahwasanya Pelaku pengedar uang palsu tersebut telah dipersangkakan melanggar UU No.7 Tahun.2011.tentang Mata Uang subs Pasal.244,245 KUH Pidana itu bernama Teshar Harianda,(33),pekerjaan wiraswasta,warga Jalan.Jeruk purut Komp.Puri Bunga,Kel.Cilandak Timur,Kec.Psr Minggu Kota Jakarta,ungkap Ronni Bonic,Jumat (4/12) Siang.
Sementara itu ditambahkan lagi tersangka dibekuk saat keluar dari tempat Kos-kosannya Dijalan.Kertas Ayahanda,Kel.Sei Putih,Kec.Medan Petisah Kota Medan.dari tangan tersangka turut diamankan Barang Bukti berupa,1 bh laptop merk samsung,1 bh printer merk canon,1 bh Flasdisck kingston,1 bh HP nokia E.71,Uang palsu pecahan Rp.50 ribu.yang sudah dipotong senilai Rp.1.050.000,- dan yang belum terpotong senilai Rp.5 Jt.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh kejadian tersebut berawal dari info masyarakat yang terpercaya terkait ada pelaku yg melakukan penjualan Uang Palsu.Berdasarkan info tersebut,lalu petugas melakukan penyamaran Undercover.dengan membeli Uang Palsu tersebut dengan harga 1 Jt.dan mendapatkan uang palsu sebanyak 2 Jt.dengan mata uang pecahan Rp.50 ribu.
Setelah berhasil melakukan transaksi dan dipastikan bahwa uang dibeli tersebut betul betul Palsu.seketika itu juga Unit Reskrim Polsek Helvetia lalu melakukan penyelidikan dan pemantauan ditempat kos-kosan tersebut.ketika tersangka terlihat oleh personil reskrim dan langsung dilakukan penangkapan dan pengeledahan terhadap kos-kosan Pelaku serta berhasil mengamankan dan menyita barang bukti tersebut diatas.dalam hal ini Pelaku mengakui bahwasanya dirinya melakukan pembuatan uang palsu dari Tahun.2006 di Jakarta,begitu salah satu temannya tertangkap di Jakarta.Pelaku lalu melarikan diri menjadi buronan ke Medan dan mulai melakukan peredaran uang palsu selama 4 bln.(ms)

Jumat, 11 Juli 2014

Tersangka Alumni UMSU



Wibi Ari Wibowo
BUSER,SUNGGAL. Data yang diperoleh wartawan di Polsek Sunggal menyebutkan, selain bekerja disalah satu Konsultan tersangka Wibi Ari Wiboowo merupakan Alumni Mahasiswa UMSU Fakultas Teknik Sipil tahun ajaran 2013,"Saya baru tamat kuliah 2013 lalu di UMSU pak,"terangnya.

Dari pengakuan tersangka, dirinya mengaku sangat menyesali perbuatannya hingga nyaris menghilangkan nyawa seorang oknum Polisi,"nyesal kali saya pak, hampir saja gara-gara emosi saya, nyawa bapak itu hampir melayang. Kalau memang mereka tidak mau berdamai saya siap menanggung perbuatan saya pak,"ucapnya di depan petugas Juru periksa saat dimintai keterangan.

Lanjut Wibi, kepada petugas dirinya juga mengaku baru kali ini melakukan penganiayaan tersebut,"seumur hidup saya baru ini saya buat seperti ini, walaupun saya sudah lama geram dengan tingkah laku kedua anak bapak itu,"terangnya.

Pantuawaun wartawan, hingga saat ini, Jumat (10/7) sore, korban Aiptu Imransyah Ginting masih menjalani perawatan medis di RS Bina Kasih,"korban belum sadarkan diri dan masih di berada di ruangan ICU RS Bina Kasih,"ucap teman korban yang sama-sama bertugas di Polsek Sunggal. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka dibagian punggung, kepala, telinga dan tangan sebelah kiri.(putra)

Bela Anak, Aiptu Imransyah Dicangkul

Wibi Ari Wibowo
BUSER, SUNGGAL. Gara-gara ingin membela anaknya yang dipukuli, Aiptu Imransyah Ginting (45) warga Asam Kumbang, Medan Selayang, nyaris tewas setelah dipunggung dan kupingnya dicangkul. Hingga saat ini korban yang sehari-harinya bertugas di Polsek Sunggal sebagai juruperiksa masih dirawat di ruangan ICU Rumah Sakit Bina Kasih Jalan TB Simatupang, Sunggal, Kamis (9/7) jam 23.00 wib.

Data yang didapat di Polsek Sunggal menyebutkan, peristiwa ini berawal dari kekesalan tersangka Wibi Ari Wibowo (25) yang melihat kedua putra korban masing-masing Odi Armaya Ginting (19) dan Diki Prayanto Ginting (17) melintas di Jalan Keluarga Gang Durhama, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, dengan mengendarai kereta jenis Honda Beat dan Honda Revo. 

"Mereka geber-geber di depan rumah saya pak,"terang Wibi. Merasa terganggu dengan suara kenalpot kereta keduanya, Wibi langsung keluar rumah dan memanggil keduanya. Tanpa banyak cerita tersangka Wibi langsung memukuli keduanya hingga babak belur. Tak terima dengan pemukulan tersebut, keduanya Odi dan Diki langsung menghubungi orangtuanya yang tak lain Aiptu Imransyah Ginting yang bertugas sebagai Juruperiksa di Polsek Sunggal.

Tak lama kemudian, Imransyah Ginting datang dan langsung menghampiri Wibi guna menanyakan maksud pukulan yang dialami anaknya,"saya orangtua mereka, kenapa kau pukuli anak aku,"tanya korban. Mendengar ucapan korban, tersangka Wibi bukannya meminta maaf melainkan tersangka Wibi malah menantang korban untuk berduel. Padahal menurut korban, sebelum terjadinya penganiayaan tersebut dirinya sudah menyebutkan identitasnya namun tersangka tetap bersikeras,"kalau kau polisi kenapa rupanya, gak takut aku,"kata tersangka.

Akibatnya, perkelahian antara Imransyah dan tersangka Wibi Ari Wibowo pun tak terelakkan lagi. Dalam perkelahian tersebut tersangka Wibi sempat kewalahan melawan Imransyah. Tak terima dirinya dipukul, tersangka Wibi lansung pergi ke rumah dan mengambil sebuah cangkul yang ada di teras rumahnya. Dengan kondisi marah, Wibi langsung melayangkan cangkul tersebut ke tubuh Imransyah hingga mengenai punggung Imransyah.

Tak sampai disitu, tersangka Wibi kembali melayangkan cangkulnya, namun kali ini Imransyah berhasil menangkis dengan tangannya hingga gagang cangkul tersebut patah. Pun begitu Wibi dengan cepat mengambil kembali cangkul tersebut dan kembali melayangkan cangkul tersebut hingga mengenai kuping korban, akibatnya korban yang sudah bersimbah darah langsung terkapar bersimbah darah.

Beruntung, warga yang mengetahui kejadian tersebut dengan cepat langsung menyelamatkan nyawa korban dengan membawa korban ke Rumah Sakit Bina Kasih, sementara tersangka Wibi yang berusaha melarikan diri berhasil diamankan warga. Tak lama kemudian petugas Reskrim Polsek Sunggal yang di pimpin langsung Kapolsek Sunggal, Kompol Eko Hartanto Sik, di dampingi Kanit Reskeim Iptu. Adhi P Utomo tiba di lokasi. Malam itu juga petugas langsung memboyong tersangka bersama barang buktinya sebuah cangkul ke Polsek Sunggal.

Di kantor polisi, tersangka Wibi Ari Wibowo mengaku sudah kesal dengan kedua anak korban sejak 2 tahun yang lalu,"sudah 2 tahun saya kesal sama mereka berdua pak, mereka kalau naik kereta selalu menggeber-geber. Kebetulan malam itu saya lagi istirahat,"terangnya. Bukan hanya itu, ia juga tidak mengetahui jika korban adalah seorang polisi,"saya tidak tau kalau bapak itu benar polisi pak, saya pikir ucapannya itu cuma main-main aja, kalau tau bapak itu polisi saya mana berani,"ujarnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi Putranto Utomo kepada wartawan membenarkan jika tersangka sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan."malam itu juga tersangka sudah kita amankan dan saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan,"pungkas Adhi. (putra)

Kamis, 03 Juli 2014

Antar Nasi Sahur Buat Mertua, Dirampok 4 Orang Bersenpi

ilustrasi
BUSER,SUNGGAL. Wahyudi (36) warga Jalan Budi Luhur Pasar 4, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, dirampok 4 orang bersenpi di Jalan Sunggal, Rabu (2/7) jam 03.30 wib, saat mengantarkan nasi untuk sahur kepada mertuanya yang tinggal di Jalan Garuda, Medan Sunggal.

Ceritanya, sekira jam 03.30 wib dinihari, korban ditelpon mertuanya untuk mengantarkan laupauk dan nasi untuk dimakan pada waktu sahur, tak ingin diangkap sebagai menantu yang durhaka, pagi itu juga korban pun mengantarkan makanan kepada mertuanya. Dengan mengendarai kereta Yamaha Vega R, korban pun berangkat dari rumah menuju tempat tinggal mertuanya.

Namun saat berada di Jalan Sunggal, tiba-tiba 4 orang yang mengendarai kereta Kawasaki Ninja dan Yamaha RX-King langsung memepet korban sembari menyuruh korban untuk menghentikan laju keretanya. Awalnya korban berusaha melarikan diri namun salah satu pelaku langsung mengacungkan pistol kearah korba, akibatnya korban yang  merasa ketakutan langsung menuruti permintaan para pelaku dengan menghentikan laju keretanya di tepi jalan.

Sambil terus menodongkan pistol, salah satu pelaku kembali menyruh korban untuk jongkong dengan kedua tangan di kepala. Selanjutnya salah satu pelaku langsung merampas kereta kobrna. Menurut korban sebelum pelaku mengambil keretanya, para pelaku terlebih dahulu mengambil harta benda korban berupa uang Rp 500 ribu dan 2 unit hape. Usai mengusai harta korban, ke empat kawanan perampok langsung pergi meninggalkan korban.

Menurutnya, korban sempat berteriak minta tolong, namun karna saat itu lokasi lagi sunyi, teriakan korban pun tak ada yang mendengar. Ke esokan harinya, Kamis (3/7) jam 08.00 wib, korban pun mendatangi Polsek Sunggal untuk membuat laporan. "Saya mau antar nasi sahur  sama mertua saya, tapi pas di Jalan Sunggal, saya dipepet sama empat orang, mereka langsung menodongkan pistol. Terus mereka mengambil kereta, hape dan uang saya,"terangnya.

Bapak 4 anak ini juga mengaku, bahwa kereta Yamaha Vega R yang dirampok baru 2 minggu ia ambil dari shoroom,"baru 2 minggu saya beli sudah di rampok,"ucapnya lemas. Akibat kejadian tersebut koran mengalami kerugian jutaa rupiah. Terpisah Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi Putranto Utomo, kepada wartawan mengatakan sudah melakukan olah TKP,"kasusnya masih kita lidik, kita juga sudah melakukan olah TKP,"terang Adhi.(zen)

Polresta Medan Temukan Ladang Ganja di Kebun Jagung

ilustrasi
BUSER,MEDAN, Petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan menggrebek ladang ganja di Jalan Deli Kampung Agas Pasar 4, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (2/7) jam 15.00 wib.

Selain mengamankan puluhan batang tanaman ganja, Polisi juga meringkus empat orang tersangka masing-masing berinisial, I, R, NP dan M kedua warga Jalan Deli Kampung Agas, Percut Sei Tuan.
 
Kasat Res Narkoba Polresta Medan, Kompol Dony Alexander didampingi Kanit Idik 1, AKP Syawal Zufri Siregar saat memaparkan mengatakan bahwa penangkapan tersangka atas informasi dari warga, yang mengaku bahwa di lokasi tempat tinggal mereka ada sebuah ladang ganja kering siap panen.

Mendapar informasi tersebut, Sat Res Narkoba langsung melakukan turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Awalnya polisi meringkus 1  orang tersangka yang tengah bekerja di ladang jagung dan ubi kayu di kawasan itu. Saat digeledah, polisi menemukan biji ganja dari saku celana tersangka. Selanjutnya petugas melakukan penyisiran di lokasi dan ditemukan puluhan batang ganja yang di tanam disela-sela tanaman jagung dan ubi di sekitar lokasi.

Dari lokasi, petugas berhasil puluhan barang daun ganja yang dijemur di sebuah gubuk. Selanjutnnya para tersangka berikut barang buktinya, langsung diboyong ke Mako Sat Res Narkoba Polresta Medan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, hingga sampai sekarang ini, ke empat tersangka  masih dalam pemeriksaan oleh petugas penyidik.(narko)

Selasa, 01 Juli 2014

Timsus Polsek Sunggal Tangkap Tersangka Pencabulan dan Percobaan Pembunuhan

Kapolsek Sunggal Kompol Eko Hartanto dan Kanit Reskrim Iptu Adhi P Utomo saat memaparka Hendi Hidayat dan barang buktinya.
BUSER, SUNGGAL. Akhirnya pelarian Hendi Hidayat (34) berakhir. Pelaku perkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap tetanganya Jihan Fadillah (17) itu berhasil ditangkap setelah buron selama hampir sebulan, Minggu (29/6) sekira jam 11.00 wib.
Tersangka Hendi Hidayat yang merupakan warga Jalan Cinta Karya, Gang Mesjid, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia itu ditangkap Timsus Polsek Sungggal di sebuah pulau terpencil yakni Pulau Perlis, Kabupaten Langkat.  Dihadapan petugas, Hendi menceritakan bahwa peristiwa tragedis itu terjadi, Kamis (22/5) jam 20.30 wib. Malam itu, tersangka yang baru pulang kerja tanpa sengaja melihat tersangka berjalan menuju rumahnya.
Saat itu juga tersangka membujuk korban untuk menemaninya membeli air galon.  Awalnya, Jihan menolak ajakan itu, tapi karena terus diajak akhirnya dia ikut. Dengan mengendarai kereta Yamaha Vixion BK 3186 XD, Jihan dibonceng Hendi.
Hendi membawa Jihan di Jalan Ternak Desa Tanjung Selamat, Sunggal. Saat itu Hendi sengaja menjatuhkan keretanya, selanjutnya membekap mulut Jihan dan menyeratnya ke Ladang Pisang. Di sana, Hendi meminta Jihan untuk membuka bajunya. Namun permintaan itu ditolak. Karena melawan, Hendi mengeluarkan pisau cutter yang sudah dipersiapkan. Jihan diancam bunuh, lehernya ditempet pisau. Ancaman itu tak membuat Jihat takut. Dia terus melawan sembari teriak minta tolong.
Teriakan Jihan malah membuat Hendi tambah panik. Sambil menjambak rambut Jihan, Hendi yang sudah diperangaruhi nafsu setan langsung menyayat lehernya dengan pisau itu. Darah segar mengalir deras. Karena banyak mengeluarkan darah, Jihan pun terkulai lemas. Dalam kondisi tak berdaya, Hendi melucuti pakaian Jihan dan coba memperkosanya. Namun, meski bernafsu, kemaluan Hendi tak bisa berdiri. Kesal karena tak bisa menjebol pagar ayu Jihan, Hendi mencabuli Jihan dengan jari tengahnya sambil digoyang. Sementara Jihan yang banyak kehilangan darah akhirnya tak sadarkan diri.
Puas mencabuli tetanggnya, Hendi yang mengira Jihan telah tewas kembali menyeretnya korban ke areal tanah kosong lalu membuangnya dengan kondisi bugil. “Karena saya pikir dia sudah mati, jadi saya langsung menyeretnya ke areal tanah kosong,” kata Hendi. Usai membuang Jihan, Hendi kemudian pulang ke rumahnya. Namun, setiba di rumah, ia melihat rumah Jihan sudah ramai oleh warga.
Takut tertangkap, Hendi memutuskan pergi ke rumah orangtuanya di Jalan Kulon, Desa Sunggal Kanan. Di sana Hendi meninggalkan keretanya lalu menumpang betor menuju Kampung Lalang dan diteruskan ke Kota Berandan dengan menumpang angkot lalu ke Pulau Perlis, Langkat.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi Putranto Utomo mengaku berhasil menangkap Hendi setelah melacaknya menggunakan alat GPS. “Saat kita tangkap, tersangka berada di kamar mandi,” kata Adhi. Sebagai barang bukti, polisi menyita baju kaos, bra, celana dalam korban, pisau cutter dan sebungkus rokok.(putra)

Senin, 23 Juni 2014

4 Pencuri Kereta Diamankan, 2 Diantaranya Suami Istri

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi P Utomo mengintrogasi tersangka
BUSER, SUNGGAL,  Timsus Polsek Sunggal, yang di pimpin Kanit Reskrim Polsek Iptu Adhi Putranto Utomo, berhasil menangkap 4 orang tersangka pencurian kereta di lokasi yang berbeda, dua diantaranya pasangan suami istri, Senin (23/6) jam 15.00 wib.

Keempat tersangka yang diamankan masing-masing Andi Irawan alias Aseng (32), istrinya Novita Wulandari alias Lilis (28), Helvin (30), ketiganya ditangkap di  Jalam Mesjin, Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Sementara Dedi (34) warga Jalan Tanjung Anom, ditangkap petugas di Jalan Binjai Km 12, Desa Paya Geli, Dusun 2, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Penangkapan ini berawal dari korban, Japet Perangin-rangin, yang mengaku kehilangan kereta jenis Satri FU BK 4171 AEN, di hotel Kembang Indah, Jalan Binjai KM 14. Setelah membuat laporan dan mengetahui pelakunya, selanjutnya petugas Reskrim Polsek Sunggal, yang di pimpin Kanit Reskrim Iptu Adhi Putranto Utomo, langsung turun ke lapangan untuk melakukan penangkapan.


Hasilnya, tak butuh waktu lama, petugas berhasil menangkap Aseng dan istrinya Lilis, di  Jalan Mesjid, Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. Namun saat dilakukan penangkapan kedua tersangka sudah terlebih dahulu menjual kereta milik korban ke temannya Helvin seharga 3 juta rupiah.

Setelah dilakukan pengambangan, petugas berhasil menangkapan Helvin, dari rumahnya yang berada di kawasan Tanjung Anom. Guna penyelidikan lebih lanjut, ketiga tersangka langsung membawa ketiganya ke Polsek Sunggal, untuk dilakukan penyelidikan.

"Kami pura-pura nginap di hotel bang, terus setelah kami mendapat target, kami langsung beraksi dengan menggunakan kunci T,"ucap Aseng.

Sementara, Helvin mengaku baru pertama kali membeli kereta hasil curian,"saya  baru ini bang, itupun karna sebentara lagi mau puasa dan saya butuh kereta untuk lebaran,"ucapnya.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, kembali petugas Reskrim Polsek Sunggal, berhasil menangkap Dedi spesialis pencuri kereta. Dari catatan yang didapat, Dedi merupakan 2 kali sudah residivis dangan kasus yang sama,"dia ini sudah dua kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama,"ucap Adhi. Dedi ditangkap petugas, Senin (23/6) siang, di Jalan Binjai Km 12, Desa Paya Geli, Dusun 2, Sunggal, Deliserdang. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 1 unit kunci T dan kereta Suzuki Spin hasil curian.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi Putranto Utomo, mengaku akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap keempat tersangka,"ke 4 tersangka sudah kita amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan. Ada 2 orang lagi masih DPO,  masing-masing berperan sebagai penadah dan yang satu lagi ikut melakukan pencurian ,"ungkap Adhi. (putra)

Pelaku Penipuan Dana Kredit Bank BRI Masih Berkeliaran, Polresta Medan Tak Mampu Tangkap DPO 3 Tahun

BUSER, MEDAN, Padahal, dalam kasus ini, Polresta Medan sudah menetapkan Andhini Muharrani, sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan dana nasabah dari Bank BRI, Cabang SM Raja, pada 2011 yang lalu, sebesar hampir 1 miliar lebih.

Andhini Muharrani merupakan mantan karyawan Bank BRI Cab. SM Raja, dengan jabatan CO. Bahkan, Andhi sendiri dilaporkan oleh Pimpinan Cabang (Pinca) Bank BRI Cab. SM Raja Yoel Charles Situmpol, Rabu (19/10) 2011 lalu jam 14.00 wib, sesuai dengan nomor STBL/2678/X/2011/SU/Resta Medan, dengan laporan penipuan dan penggelapan dana kredit kendaraan nasabah Bank BRI sebesar miliaran rupiah.

Dalam perkara ini, tersangka Andhi Muharrani, telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap nasabah Bank BRI sebanyak 10 orang, dengan kerugian masing-masing paling sedikit Rp 100 jwEuta,"ada 10 orang yang menjadi korbannya, paling sedikit mereka mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta. Bahkan untuk masalah ini, kami juga menghadirkan 5 orang saksi, tapi sampai saat ini, Polresta Medan belum juga menangkap pelakunya, padahal kasus ini sudah berjalan 3 tahun lebih,"ungkap Yoel.

Yoel Charles juga menjelaskan, bahwa setiap nasabah Bank BRI, bisa mengambil kredit kendaraan baik kereta maupun mobil, namun oleh Andhi Muharrani, dana yang sudah diberikan kepada nasabah kepadanya untuk membeli mobil tidak disetorkan ke Bank maupun dibelikan kendaraan, dana itu dipergunakan sendiri oleh Andhi Muharrani.

Terbongkarnya kasus ini setelah para korban melaporkan kejadian ini oleh pihak Bank BRI Cab. SM Raja, karna mobil (kendaraan) yang mereka beli tak kunjung datang,"jadi, terbongkarnya kasus ini setelah para korban melaporkan kepada kami. Mereka mengaku bahwa mobil yang mereka pesan tidak diterima mereka,"ucap Yoel.

Menurutnya, Andhini Muharrani, sempat berkilah bahwa kendaraan tersebut sebagian sudah diberikan oleh nasabah Bank BRI atas nama Ahmad Adli dan M Yusuf, yang dibelinya dari PT. Trans Sumatra Agung yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Medan. Namun setelah dilakukan pengecekan dengan melayangkan surat kepada PT. Trans Sumatra Agung. Pihak PT. Trans Sumatra Agung, membantah dan menyatakan tidak ada melakukan jual beli mobil kepada saudari Andhini Muharrani.

"Maka dengan ini kami sampaikan kepada PT. Bank BRI, bahwa kami tidak pernah menjual mobil kepada saudari Andhini Muharrani,"ucap Yoel saat membacakan isi balasan surat dari PT. Trans Sumatra Agung. Tak ingin ada lagi yang menjadi korban, pihak Bank BRI akhirnya melaporkan Andhini Muharrani melaporkan ke Polresta Medan.

Pinwil Bank BRI Sumut, Eben Ezer Girsang, menyatakan dengan tagas, agar pihak kepolisian dari Polresta Medan, Segera melakukan penangkapan terhadap tersangka Andhini Muharrani. Karna akibat ulahnya, pihak Bank BRI mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. "Gara-gara ulahnya, pihak Bank BRI, mengalami kerugian hingga Miliaran rupiah. Untuk itu saya berharap agar pihak kepolisian Polresta Medan, segera melakukan penangkapan terhadap tersangka Andhini Muharrani,"ucapnya dengan tegas kepada wartawan. (syahri)

Jumat, 20 Juni 2014

Sijago Merah, Melalap Rumah Alm Uje

Kondisi rmah Almarhum UJe (ist)
BUSER,JAKARTA, Musimbah menimpah keluarga almarhum Ustaz Jefri Al Buchori (uje). Pasalnya, rumah peninggalan almarhum yang dihuni istrinya Pipil dan ke empat anaknya yang berada di Perumahan Bukit Emas, Rempoa, Jakarta Selatan, ledus dilalap sijago merah, Jumat (23/6) jam 04.00 wib dinihari.

Tidak korban jiwa dalam insiden tersebut, namun Pipik dan satu orang anaknya mengalami luka bakar dibagian tangan saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang menghanguskan rumahnya yang berada di lantai 1.
 
 "Yang terbakar hanya lantai 1, semuanya hangus terbakar,"terang Pipik, saat ditemui di lokasi kejadian, Perumahan Bukit Emas, Rempoa, Jakarta Selatan, Jumat (20/6) pagi.

Hingga saat ini, sanak keluarga maupun rekan almarhum masih berdatangan untuk membantu mengeluarkan barang yang masih terselamatkan. Bahkan hingga saat ini pihak ke polisian masih melakukan penyelidikan terhadap terbakarnya rumah Almarhum Uje.(Red)

Gara-gara Hutang, Disekap & Dipukuli

ilustrasi penculikan
BUSER, BINJAI, Fran Prayetno (41) warga Jalan Pompa, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, sekap dan dipukuli, hal ini dikarnakan Fran memiliki hutang sebesar 150 juta dengan Rudi Kurniawan.

Beruntung, penyekapan ini berakhir setelah istri korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Binjai. Dibawah Pimpinan Kasat Reskrim AKP Revi Nurvelani dan Kanit Jatanras Iptu Rudi Lapian, korban berhasil selamat. Kamis (20/6) siang, disebuah hotel.

Data yang didapat, aksi penyekapan ini berawal karna adanya hutang piutang antara Fran Prayetnod an Rudi Kurniawan (pelaku) sebesar 150 juta. Karna merasa tidak ada niat Fran untuk membayar hutang tersebut, akhirnya Rudi Kurniawan langsung meminta bantuan kepada temannya Sunardi alias Kopral.

Awalnya, Rudi Kurniawan dan temannya Sunardi alias Kopral datang ke rumah korban untuk menagih hutang, namun karna korban tak sanggup membayar hutannya, akhirnya dengan menggunakan mobil jenis Rush BK 8905 TH, korban langsung dibawa kesuatu tempat wisata di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan.

Disana, mulut korban dibekap dengan lakban sementara kedua tangannya diikat. Didalam gubuk itu, kedua pelaku langsung memukuli korban sembari meminta korban untuk menghubungi keluarganya agar dapat membayar hutangnya dan menyerahkan surat tanah sebagai jaminan hutang.


Mendapat kabar tersebut, Netty istri korban langsung mendatangi Polres Binjai. Mendapat laporan tersebut Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Revi Nurvelani dan Kanit Jatanras Iptu Rudi Lapian,bersama beberapa anggotanya langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Hasilnya, petugas akhirnya mendapat korban dan mengamankan kedua pelaku. Guna penyelidikan lebih lanjut, petugas langsung membawa kedua tersangka ke Mako Polres Binjai, untuk dilakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP.Revi Nurvelani, saat ditemui wartawan membenarkan telah diamankan dua orang pelaku penculikan dan penyekapan. "Ada kita amankan dua pelaku dalam kasus hutang piutang yang diakhiri dengan penculikan dan penyekapan, kedua pelaku masih dimintai keterangan dan diproses secara hukum,"tegas Revi.(putra)

Rabu, 18 Juni 2014

Tabrakan Maut Renggut 1 Nyawa, 3 Kendaraan & Ruko Ikut Diseruduk

karang bunga.
BUSER,BINJAI, Tabrakan beruntun yang berujung maut terjadi di Jalan Binjai KM 8,5, simpang Paya Geli, Kecamatan Sunggal. Satu orang meninggal akibat tabrakan mau tersebut,  Selasa (17/6) sore.

Selain 4 Kendaraan yang menjadi korban,  sebuah ruko yang berada di pinggir jalanan juga tak luput menjadi sasaran truk tersebut. Dugaan sementara, tabrakan maut ini terjadi akibat rem truk yang dikendarai Syahrial blong.

Tabrakan maut ini bermula saat truk trailer BK 8518 BY, bermuatan 25 ton pinang yang dikendarai Syahrial, milintas dari Jalan Binjai menuju Medan. Saat berada di lokasi, truk yang dikendarai Syahrial langsung menabrak 4 kendaraan yang sedang terparkir. Truk tersebut baru berhenti setelah menabrak saty unit ruko yang berada ditepi jalan.

Dalam insiden tersebut, seorang pengendara kereta Honda Beat BK 3621 AEJ, warna Putih, bernama Rosida boru Surbakti (45) warga Komplek Abdul Hamid, meninggal terseret sejauh 100 meter,"ibu masuk ke dalam kolong truk itu bang,"terang saksi. Beruntung warga yang mengetahui langsung melakukan evakuasi terhadap korban dengan mengeluarkan tubuh korban yang berada di kolong truk. "Pada saat kami keluarkan, korban sudah meninggal dengan kondisi mengenaskan, kepala dan tubuhnya remuk,"terang M Lubis (45), salah satu warga.

Sementara, sang supir saat itu juga diamankan warga, Tak berapa lama, petugas Unit Lantas Polsek Sunggal, yang di pimpin Kanit Laka Lantas Polsek Sunggal, AKP Selamat SH, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Menurut saksi, peristiwa itu terjadi saat korban berhenti ditepi Jalan untuk mengangkat telpon salulernya,"ibu itu lagi berhenti, mungkin dia lagi terima telpon, tiba-tiba, truk itu langsung menyeret korban,"ucap Linda (29) warga sekitar.
Sementara, Syahrial supir truk mengaku, dirinya sudah berusaha mengunjak rem,"saya sudah menginjak rem, tapi tetap saja truk-nya maju, karna saya takut makin banyak yang jadi korban, makanya saya tabrakkan ruko ini,"ucapnya.

Kanit Lantas Polsek Sunggal, AKP Selamat SH, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengamankan supir truk maut tersebut,"tersangka saat ini sudah kita tahanan di mako Polsek Sunggal,"ucap Selamat. Selain itu, Selamat juga mengatakan tabrakan maut ini terjadi akibat rem truk yang dikendarai tersangka blong, "rem truk itu blong, karna panik, tersangka langsung banting setir ke arah kiri badan jalan yang saat itu terdapat 3 unit kendaraan terparkir, truk itu berhenti setelah menabrak bangun ruko,"terangnya.

 Terpisah, menurut abang korban, sebelum korban meninggal, dirinya sudah memiliki firasat,"3 hari sebelum dia meninggal, dia bilang sama saya, mau istirahat di rumah sakit dengan menggunakan BPJS. Soalnya, kartu BPJS-nya baru keluar,"ungkap abang korban. Data yang didapat di lapangan menyebutkan, korban sendiri anak dari pensiunan TNI,"korban sendiri memiliki 2 orang anak, dan korban adalah anak dari sorang pensiunan TNI,"terang para tetangga korban. Hingga berita ini ditulis, supir truk maut itu masih berada di tahanan Polsek Sunggal.
Sementara, suasana duka menyelimuti rumah duka di Komplek Abdul Hamid, Medan Sunggal. Isak tangis mulai dari keluarga, kerabat serta anaknya pecah di hadapan jenzah, "jenazah korban sudah dikuburkan bang,"terang salah satu keluarga korban saat berada di rumah duka.(putra)

Spesialias Curi Kereta Kos-Kosan Nyaris Tewas

Tersangka (Binsar)
BUSER,MEDAN, Seorang spesialis pencuri kereta di kos-kosan diamankan, pria bertubuh kekar ini diamuk massa karna kedapatan mencuri kereta Satri FU BK 5532 YAW, milik Kiki Febi (24), warga Bunga Cempaka, Pasar 3, Kelurahan PB selayang 2, Kecamatan Medan Selayang, Ranu (18/6) jam 10.00 wib.

Adalah, Binsar (35) warga Jalan SM Raja. Dari tangan tersangka, pertugas mendapati 3 buak STNK, dua buah kunci kereta (duplikat) dan 1 buah kunci T, guna penyelidikan lebih lanjut, tersangka Binsar, diboyong ke Polsek Sunggal.

Pencurian ini pertama kali diketahui, Madian Sihombing (18) sepupu korban. Ceritanya, sekitar jam 8 pagi, Madian Sihombing, mengeluarkan kereta milik abang sepupunya Kiki Febi, dan memarkirkannya di depan pintu kamar kosnya dengan kondisi stang terkunci. Usai mengeluarkan kereta, Madian kembali masuk untuk mandi.

Sekira setengah jam, usai mendi, dari dalam kamar kos, Madian melihat ada orang masuk ke kos-kosan mereka menuju kearah kereta milik Kiki. Selanjutnya dari dalam kamar, Madian bersama abang sepupunya Kiki, terus mengintai orang tersebut. Sekira 10 menit lamanya, saat pelaku menyotong kereta milik korban, saat itu juga korban langsung keluar dan meneriaki pelaku maling.

Teriakan korban langsung disambut teman-teman kos korban dan berusaha menangkap pelaku. Awalnya pelaku sempat berusaha melarikan dari pengejaran korban dan teman-temannya. Namun, hanya beberapa meter dari lokasi, warga berhasil menangkap pelaku. Akibatnya, pukulan, tendangan dan balok pun mendarat ketubuhnya. Seketika itu juga pelaku tersungkur dengan kondisi babak belur.

Beruntung, nyawa pelaku berhasil diselamatkan Kepala Lingkungan setempat, guna penyelidikan lebih lanjut warga langsung mengarak tersangka ke Polsek Sunggal. Dari dalam tas, saat dilakukan penggeledahan dari dalam tas tersangka, petugas berhasil menemukan 3 buah STNK, 2 kunci kereta (duplikat) dan 1 kunci T.  Kepada petugas, tersangka, Binsar sempat berkilah bahwa barang-barang tersebut bukan miliknya,"itu bukan punya aku pak, itu punya teman aku pak. Aku baru pertama kali ini mencuri kereta pak,"kilahnya.

Ucapan tersangka sempat membuat petugas geram, setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya tersangka mengaku jika semua barang bukti itu adalah miliknya,"iya pak, itu punya aku,"ucapnya.

Sebelumnya, Kiki Febi (24) mahasiswa USU, Fakultas Hukum, Smeter 5, ini mengaku bahwa pelaku berhasil merusak kunci kontak kereta miliknya dengan menggunakan kunci,"pas aku intip dari dalam, aku lihat dia keluarkan kunci T, terus dia merusak kunci kontak kereta aku,"ujar Kiki, yang mengaku warga Kisaran ini kepada wartawan.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi Putranto Utomo, membenarkan atas penangkapan tersangka,"tersangka diamankan karna kedapatan mencuri milik warga, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,"ungkap Adhi.(neny)

Sabtu, 14 Juni 2014

Kinerja Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Tak Becus


Kapolsek Medan Baru, Kompol Nasrun P dan Kanit Reskrim Iptu Alxander P
BUSER,MEDAN BARU,  Setahun sudah berlalu, namun hingga saat ini Pardamean Ginting, mantan Tim Kurir Kash Bank BRI, Cabang Iskandar Muda, ini belum juga ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Baru.

Pardamean Ginting dilaporkan ke Polsek Medan Baru, atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang Bank BRI, sebesar Rp 400 juta, oleh  Refrizal, Asisten Manager Oprasional Bank BRI Cab. Iskandar Muda, setahun yang lalu.

Namun, hingga saat ini Polsek Medan Baru, belum juga berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka. Hal ini mengundang perhatian khusus dari salah satu praktisi hukum M Syahri SH. Dirinya menilai, kinerja Kapolsek Medan Baru, Kompol Nasrun Pasaribu dan Kanit Reskrim Iptu Alexander Piliang, terbilang lamban dan tidak becus.

"Nampak kali kerja mereka lamban dan tidak becus untuk mengungkap kasus ini, padahal kasus ini sudah berjalan hampir 1 tahun, dan semua saksi dan bukti-buktinya sudah diserahkan ke Polsek,"terangnya dengan tegas.

Selain kerja mereka lamban dan tidak becus, dirinya juga menilai bahwa pihak Polsek Medan Baru, seolah-olah enggan menindak lanjuti kasus tersebut. Ini terbukti dari banyaknya kasus besar yang tidak bisa terungkap hingga saat ini. Mulai dari kasus penyekapan, pencabulan dan perampokan yang belakangan ini marak terjadi di wilayahu hukum Polsek Medan Baru.
Pardamean Ginting

"Jangankan kasus ini yang sudah setahun berjalan, kasus penculikan, perampokan serta pemerkosaan secara bergilir terhadap seorang wanita yang tinggal  di Jalan Perantun, Percut Seituan, yang dilakukan beberapa orang naik mobil Avanza, mereka tidak bisa mengungkapnya. Saya berharap Kapolda Sumut, Irjen Pol, Syarief Gunawan, segera mencopot jabatan keduanya dan menggantikan dengan  yang lebih baik lagi dan energik,"terang Syahri dengan tegas.

Sebelumnya, Pardamean Ginting telah menelap uang kas Bank BRI, Cabang Iskandar Muda sebesar Rp 400 ribu. "Jadi, kalau ada unit-unit Bank BRI yang ingin melakukan penyetoran, maka dia (Pardamean Ginting) yang mengambil uang itu untuk disetorkan. Tapi oleh tersangka uang itu tidak disetorkan. Jadi total semuanya ada Rp 400 juta yang digelapkan oleh dia," terang Refrizal,Asisten Manager Oprasional Bank BRI Cab. Iskandar Muda, saat melaporkan Pardamean Ginting. (red)

Kamis, 12 Juni 2014

Lapas Kelas II Binjai Diteror Bom Molotov

internet
BUSER, BINJAI, Lapas kelas II Kota Binjai Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, diteror orang tak dikenal. Sebuah botol berisikan bensin bersumbu dilempar kedalam lapas yang jatuh tepat di kamar nomor 33 Blok B, Rabu (11/6) dini hari.  
     Belum diketahui motif teror tersebut, namun pelemparan bom molotov yang dilakukan orang tak dikenal itu dari arah Timur luar penjara Kota Binjai. "Botol berisikan bensin dan sumbu ini jatuh tepat di kamar 33 blok B. Dimana blok tersebut berisikan sekitar 75 orang narapidana,"ucap salah satu petugas sipir.

Bahkan, api juga sempat membakar dinding sel tahanan para narapidana yang berada di Blok B, beruntung api tersebut segera di padamkan. Pun begitu, kepanikan dan kecemasan para penghungi Lapas Kelas II, Kota Binjai ini tak terelakkan lagi.

Meski tidak ada korban jiwa, aparat kepolisia yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi. Hingga kini, pihak kepolisian dari Polres Binjai, masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait teror bom tersebut. 

Kalapas Lembaga Permasyarakatan Kelas II Binjai Bambang Basuki, membenarkan atas kejadian tersebut, menurutnya sejauh ini situasi sudah aman dan terkendali serta tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi. "Memang ada teror itu, mereka melemparkan botol yang berisikan bensin. Untung aja apinya dapat segera di Padamkan. Kita masih mendalami motifnya. Pastinya kita sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Binjai,"tegas Bambang Basuki. 

Terpisah, Kapolres Binjai AKBP Marcellino Sampouw SH Sik melalui Kasat Reskrim AKP Revi Nurvelani, mengakui, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait masalah ini. Sejauh ini mereka sudah mengamankan barang bukti berupa pecahan botol dari lokasi guna mencari tahu motif dan pelaku pelemparan. (putra)

Sains & Iptek

Sains & Iptek
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GENERASI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger