BUSER/MEDAN, Dua
kawanan perampok bersenjata api berhasil menguras uang dari dalam laci
Indomaret Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan
Helvetia.Selasa (11/2) jam
00.45 wib dinihari.
Tak ada korban jiwa dalam insiden perampokan tersebut, namun sejumlah karyawan Indomaret nyaris tewas setelah kawanan perampok menodongkan pistol kearah kening mereka. Uang sebanyak Rp 15 juta dari dalam brankas laci kasir berhasil dibawa lari. Dari keterangan beberapa karyawan Indomaret mengungkapkan perampokan itu terjadi usai jam kerja selesai.
Saat itu sambil menunggu jam waktu kerja selesai, beberapa karyawan Indomaret yang ada di dalam sedang asik berkemas-kemar barang, tak lama kemudian, tiba-tiba 2 orang kawanan perampok memakai jaket hitam langsung masuk kedalam. Selanjutnya, dengan mengacungkan pistol dan senja tajam jenis kelewang kawanan perampok memaksa karyawan yang ada di dalam untuk menunjukkan semua brankas yang ada di dalam Indomaret.
Tak ingin mati koyol, beberapa karyawan tersebut langsung menunjukkan dimana-mana saja brangkas tersebut. Awalnya, dari lantai 2, kawanan perampok berhasil menggasak uang Rp 11 juta. Selanjutnya, dari lantai 2 pelaku kembali menggasak uang Rp 4 juta yang ada dilaci kasir lantai 1. Selain berhasil menguras seluruh uang yang ada di dalam Indomaret, kawanan perampok juga menjarah sebagaian barang di dalam, seperti rokok dan yang lainnya.
Usai menguras semua uang yang ada di dalam, kawanan perampok langsung meninggalkan lokasi. Awalnya, beberapa karyawan sempat berteriak minta tolong, namun uapaya untuk menangkap kawanan perampok tak membuahkan hasil, ini dikarnakan warga yang mengetahui hanya datang untuk melihat kejadian tersebut. Selang beberapa lama, petugas Reskrim Polsek medan Helvetia yang di pimpin langsung Kapolsek Kompol Anggoro W WIK disusul dengan petugas Tim Identifikasi Polresta Medan tiba dilokasi untuk
melakukan olah TKP.
Menurutu Popi (23) kepada petugas mengatakan perampokan terjadi saat mereka sedang berkemas barang-barang didalam.
"Kami udah mau pulang pak, tiba-tiba mereka masuk dan langsung menodongkan pistol dan kelewang kearah muka saya dan 2 teman saya. Mereka mengancam membunuh kami jika kami tidak mau menunjukkan brankas uang. Dari lantai 2 mereka mengambil uang Rp 11 juta, terus dari lantai laci kasir mereka membawa uang Rp 4 juta dan semua rokok yang ada didalam,"ungkap Popi saat memberikan keterangan sama petugas.(ayu)
00.45 wib dinihari.
Tak ada korban jiwa dalam insiden perampokan tersebut, namun sejumlah karyawan Indomaret nyaris tewas setelah kawanan perampok menodongkan pistol kearah kening mereka. Uang sebanyak Rp 15 juta dari dalam brankas laci kasir berhasil dibawa lari. Dari keterangan beberapa karyawan Indomaret mengungkapkan perampokan itu terjadi usai jam kerja selesai.
Saat itu sambil menunggu jam waktu kerja selesai, beberapa karyawan Indomaret yang ada di dalam sedang asik berkemas-kemar barang, tak lama kemudian, tiba-tiba 2 orang kawanan perampok memakai jaket hitam langsung masuk kedalam. Selanjutnya, dengan mengacungkan pistol dan senja tajam jenis kelewang kawanan perampok memaksa karyawan yang ada di dalam untuk menunjukkan semua brankas yang ada di dalam Indomaret.
Tak ingin mati koyol, beberapa karyawan tersebut langsung menunjukkan dimana-mana saja brangkas tersebut. Awalnya, dari lantai 2, kawanan perampok berhasil menggasak uang Rp 11 juta. Selanjutnya, dari lantai 2 pelaku kembali menggasak uang Rp 4 juta yang ada dilaci kasir lantai 1. Selain berhasil menguras seluruh uang yang ada di dalam Indomaret, kawanan perampok juga menjarah sebagaian barang di dalam, seperti rokok dan yang lainnya.
Usai menguras semua uang yang ada di dalam, kawanan perampok langsung meninggalkan lokasi. Awalnya, beberapa karyawan sempat berteriak minta tolong, namun uapaya untuk menangkap kawanan perampok tak membuahkan hasil, ini dikarnakan warga yang mengetahui hanya datang untuk melihat kejadian tersebut. Selang beberapa lama, petugas Reskrim Polsek medan Helvetia yang di pimpin langsung Kapolsek Kompol Anggoro W WIK disusul dengan petugas Tim Identifikasi Polresta Medan tiba dilokasi untuk
melakukan olah TKP.
Menurutu Popi (23) kepada petugas mengatakan perampokan terjadi saat mereka sedang berkemas barang-barang didalam.
"Kami udah mau pulang pak, tiba-tiba mereka masuk dan langsung menodongkan pistol dan kelewang kearah muka saya dan 2 teman saya. Mereka mengancam membunuh kami jika kami tidak mau menunjukkan brankas uang. Dari lantai 2 mereka mengambil uang Rp 11 juta, terus dari lantai laci kasir mereka membawa uang Rp 4 juta dan semua rokok yang ada didalam,"ungkap Popi saat memberikan keterangan sama petugas.(ayu)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar