![]() |
| ilustrasi |
BUSER, SUNGGAL, Diduga
karna sakit hati, Firman Sitorus (60) warga Jalan Pemasyrakatan, Gang
Kelapa, Kecamatan Sunggal, bekad menikam Kopka Polmer Manurung (52),
yang merupakan anggota Dan Intel Kodam I/BB. Jumat (6/6) sekira jam
22.00 wib, di warung tuak milik M Manalu, Jalan Lembaga Permasyarakatan,
Tanjung Gusta.
Data
yang didapat di Polsek Sunggal menyebutkan, peristiwa penikaman ini
terjadi saat anggota TNI Dan Intel Kodam I/BB, Kopka Polmer Manurung,
sedang asik minum tuak dilapok tuak milik P Manalu. Selang beberapa
lama, Firman Sitorus datang kelokasi.
Namun
saat di lokasi, Firman melihat Polmer sudah ada di lapok tuak tersebut,
selanjutnya Firman diam-diam mengambil pisau yang ada di lapok tuak,
dari belakang Firman langsung menusukkan pisau tersebut kepinggang
sebelah kiri korban, beruntung tusukan itu tak membuat nyawa Polmer
Manurung melayang. Melihat kejadian tersebut warga yang berada di lokasi
tersebut langsung melerai keributan tersebut.
Untuk
menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, warga langsung membawa
Firman ke Polsek Helvetia sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek
Sunggal,"karna Polsek Helvetia yang terdekat makanya kami bawa pelaku
disana,"terang salah satu saksi.
Sementara, Polmer Manurung, yang mengaku tinggal di Jalan Aberingin Raya Komplek Den Intel Kodam I/BB, langsung mendatangi ke Polsek Sunggal untuk membuat laporan. Dari keterangan Polmer, saat diperiksa dirinya mengaku tidak tau penyebab terjadinya penikaman tersebut,"kalau menurut korban dia tidak tau masalah, tiba-tiba dia ditikam,"terang salah satu petugas sembari mengatakan malam itu korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bina Kasih.
Sementara, Polmer Manurung, yang mengaku tinggal di Jalan Aberingin Raya Komplek Den Intel Kodam I/BB, langsung mendatangi ke Polsek Sunggal untuk membuat laporan. Dari keterangan Polmer, saat diperiksa dirinya mengaku tidak tau penyebab terjadinya penikaman tersebut,"kalau menurut korban dia tidak tau masalah, tiba-tiba dia ditikam,"terang salah satu petugas sembari mengatakan malam itu korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bina Kasih.
Sementara,
dari keterangan Firman kepada petugas mengaku, bahwa dirinya merasa
sakit hati dengan ucapan Polmer Manurung,"cuma salah paham aja ini,
sekitar 1 bulan yang lalu, korban sempat bertemu dengan pelaku, mungkin
ada ucapan korban yang menyinggung pelaku, makanya pelaku nekad
melakukan itu. Tapi pelaku sudah meminta maaf kepada korban dan
menyesali perbuatannya. Walau pun begitu, pelaku tetap kita proses,"ujar
Juruperiksa Polsek Sunggal, kepada wartawan.
Terpisah,
Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Adhi Putranto Utomo, membenarkan
atas kejadian tersebut,"korban hanya mengalami luka goresan aja, dan
pelaku juga sudah kita amankan,"pungkas Adhi. (rul)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar