www.beritamonitor.com

www.beritamonitor.com

Rabu, 04 Juni 2014

Digimbali Massa, Pelaku Hipnotis Pura-pura Gila

pelaku hipnotis
BUSER/SUNGGAL, Suasana di Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, seketika mendadak heboh. Pasalnya, warga berhasil mengamankan seorang yang di duga pelaku hipnotis, Rabu ( 4/6) j am 15.00 wib. Selain mengamankan pelaku, warga juga memukuli hingga babak belur dan nyaris tewas di massa.
Data yang didapat di Polsek Sunggal, menyebutkan peristiwa ini terjadi saat salah seorang pengendara mobil Avanza warna hitam yang sedang berhenti mengaku di hipnotis oleh seseorang berambut cepat dengan postur tubuh kekar. Sadar sudah menjadi korban hipnotis, korban langsung berteriak rampok. Hanya dalam hitungan detik teriakan korban langsung disambut oleh warga dan pengedara jalan.
Hanya berjarak beberapa meter dari lokasi, warga berhasil mengamankan seseorang yang diduga pelaku hipnotis. Dengan membabi buta warga langsung menghajar orang tersebut hingga babak belur. Beruntung aksi main hakim sendiri berhasil dihentikan oleh Baktias Rajalu (40) warga Jalan Sei Mencirim, Diski Km 15. Sayangnya niat baik Baktias malah membuatnya bernasib sial.
Selain menjadi bulan-builan warga, mobil Avanza BK 1907 KK, warna hitam miliknya juga diringsek akibat dihancurkan warga. Beruntung petugas Reskrim Polsek Sunggal, yang mendapat laporan tiba di lokasi kejadian, guna penyelidikan lebih lanjut, pelaku dan korban pemukulan (Baktias) bersama mobilnya juga ikut dibawa ke Polsek Sunggal.

Hendro (30) warga Jalan Ngumban Surbakti, salah satu saksi membenarkan peristiwa ini terjadi karna dirinya mendengar adanya teriakan dari salah satu korban yang menjadi korban yang menjadi korban hipnotis,"ada seseorang yang mengaku dihipnotis, karna dia berteriak rampok, saya dan yang lainnya langsung mengejar. Kebetulan dari tangan pelaku kami mendapati hape, dompet milik korbannya. Tapi kesal juga kami sama korbannya pak, setelah barang-barangnya kembali dia langsung pergi aja,"terang Hendro.
Sementara dari keterangan Baktias Rajalu, sendiri mengaku peristiwa naas itu terjadi saat dirinya baru pulang Amplas,"Tadi saat dan teman saya ini baru pulang dari Amplas. Terus pas di lokasi, saya melihat ada orang dipukuli massa, karna jalanan macet, saya pun turun. Karna saya kasihan lihat dia dipukuli, saya langsung membawa masukkan dia ke dalam mobil untuk dibawa ke Polsek Sunggal,"terangnya.
Sayangnya, saat akan membawa pelaku, warga yang mengira kalau Baktias adalah teman komplotan pelaku, akhirnya warga langsung menghadang mobl Baktias. Saat itu juga warga langsung memukuli Baktias hingga babak belur, selain itu warga yang kesal langsung menghancurkan mobil Baktias hingga seluruh bodi dan kaca mobilnya pecah."Mereka kira, saya ini satu komplotan sama dia, jadi pas saya mau membawanya, mereka langsung menghadang mobil saya dan langsung melempari mobil saya,"ujar Baktias yang mengaku menyesal telah menolong pelaku. "Tau gini gak mau saya nolongnya, nyesal kali saya nolong dia, gara-gara dia mobil saya hancur,"kesalnya.
Beruntung, aksi main hakim sendiri berhasil dihentikan petugas Reskrim Polsek Sunggal, dengan pengawalan ketat, pelaku dan Baktias bersama mobil Avanza miliknya langsung dibawa ke Polsek Sunggal, untuk dilakukan penyelidikan. (putra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GENERASI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger