![]() |
| ilustrasi |
Terungkapnya kasus kekerasan seksual ini terjadi, Kamis (5/6) jam 11.30 wib, usai pulang sekolah. Pria yang memiliki ciri-ciri berambut cepak dan berkulit putih tiba-tiba mendatangi korban dengan niat mengantarkan korban pulang ke rumah.
Dengan polosnya, mendapat tawaran itu, korban langsung ikut. Ditengah perjalanan, pelaku bukan mengantarkan korban pulang ke rumah melainkan membawa korban ke kawasan Jalan Tinjomoyo dan menuju daerah Banyumanik.
Tepat disebuah lokasi bekas kebun binatang, korban yang masih berusia 11 tahun itu langsung dipaksa untuk melakukan melayani nafsu setannya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya itu, pelaku langsung meninggalkan korban sendirian.
Sesampainya di rumah, korban langsung menceritakan kepada orangtuanya. Mendengar keterangan dari anaknya, sontak membuat orangtua korban kaget dan akhirnya melaporkan kasus tersebut Polrestabes Semarang.
Sebelum melaporkan kasus tersebut, orangtua korban bersama warga dan Ketua RT setempat, sempat melakukan penyisiran ke lokasi untuk menangkap pelakunya. Sayangnya, usaha orangtua korban tak membuahkan hasil.
"Kami sempat melakukan penyisiran tapi sampai malam kami cari, pelaku tidak ada. Anak saya dijemput dia pulang sekolah, katanya mau diantarkan pulang, gak taunya anak saya dijadikan korban pencabulan,"ungkap orangtua korban.
Terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, kepada wartawan, akan terus menindak lanjuti peristiwa pencabulan itu. "Saat ini anggota saya masih melakukan penelusuran untuk menangkap pelaku." tegasnya sembari mengatakan akan terus berusaha menangkap pelakunya,"pungkas Djihartono. (abun)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar