www.beritamonitor.com

www.beritamonitor.com

Rabu, 04 Juni 2014

Anak Loper Koran Diculik Parbetor

Chairani
BUSER,MEDANBARU, Diculik penarik betor, Chairani (19) warga Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur 1, Kecamatan  Medan Petisah, hingga saat ini belum juga pulang ke rumahnya. Chairani diculik saat akan pulang ke rumah kakaknya di Jalan Klambir 5, Selasa (3/6) jam 21.00 wib.

Kepada wartawan, Usman (60) orangtua korban menceritakan bahwa hilangnya anak gadisnya itu saat hendak pulang ke rumah Kakaknya di Jalan Klambir 5. Saat itu, korban berpamitan dengan orangtuanya untuk pulang ke rumah kakaknya. Usai salaman dengan kedua orangtuanya, korban pun berjalan ke Jalan Parik Padi, untuk menunggu betor. Singkatnya dengan menumpangi betor, korban pun pulang ke rumah kakaknya.
Namun, sekitar 1 jam kemudian, tiba-tiba korban menghubungi kakaknya dengan nada minta tolong,"kak May,,,Kak May..Kay May,"kata korban saat menghubungi kakaknya melalui telpon salulernya. Tidak berapa lama, telpon korban tiba-tiba terputus, karna merasa ada yang tidak beres dengan adiknya, May kembali menghubungi korba, namun sayang, saat dihubungi hape korban tidak dapat di hubungi lagi. "Pas dia telpon saya, dia hanya menyebut-nyebut nama saya aja, terus pas saya hubungi lagi, hape adik saya itu sudah mati,"terang May.
Tak lama kemudian, korban berhasil menghubungi kakaknya, korban meminta agar dirinya segera di jemput di Jalan Ringroud,"kak may tolong saya kak, saya dibawa tukang becak ke Jalan Ringroud, tolong ikuti becak ini kak, saya takut,"ucap korban. Setelah menerima SMS dari adiknya, May langsung mengubungi orangtuanya Usman, agar menjeput korban.
Namun pengejaran Usman untuk mendapatkan anak gadisnya tidak membuahkan hasil. Pasalnya, saat itu Usman tidak lagi melihat anaknya,"saya sudah kejar sampai jalan Simpang Pos dan Pancur Batu, tapi sepanjang jalan saya tidak melihat anak saya di becak,"ucap Usman yang bekerja sebagai loper koran. Menurut Usman, setelah lulus sekolah 1 tahun yang lalu, anaknya Chairani, tinggal bersama kakaknya di Jalan Klambir 5,"sejak lulus dari sekolah, anak saya ini sudah tinggal di tempat kakaknya di Klambir 5, kebetulan kakaknya setiap pagi jualan bubur dan sararapan pagi,"terang Usman.
Kepada wartawan, Usman mengaku sangat khawatir jika anaknya menjadi korban pembunuhan dan perkosaan,"ini yang saya khawatirkan, saya takut anak saya ini jadi korban pembunuhan dan perkosaan,"akunya. Bukan hanya itu, hingga saat ini, hape anaknya sudah tidak dapat lagi dihubungi,"hape anak saya sudah tidak bisa lagi dihungi. Saya berharap anak saya cepat dapat ditemukan, dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat wal'fiat,"pintanya.
Usman juga mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Sunggal dan Polsek Medan Baru,"pertama saya sudah melaporkan ke Polsek Sunggal, tapi karna TKP awalnya masuk wilayah hukum Polsek Medan Baru, saya akhirnya melaporkan ke sana. Tapi kata mereka, tunggu sampai 1x24jam,"pungkas Usman. (red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GENERASI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger