![]() |
| Chairani |
Kepada wartawan, Usman (60) orangtua korban menceritakan
bahwa hilangnya anak gadisnya itu saat hendak pulang ke rumah Kakaknya
di Jalan Klambir 5. Saat itu, korban berpamitan dengan orangtuanya untuk
pulang ke rumah kakaknya. Usai salaman dengan kedua orangtuanya, korban
pun berjalan ke Jalan Parik Padi, untuk menunggu betor. Singkatnya
dengan menumpangi betor, korban pun pulang ke rumah kakaknya.
Namun, sekitar 1 jam kemudian, tiba-tiba korban
menghubungi kakaknya dengan nada minta tolong,"kak May,,,Kak May..Kay
May,"kata korban saat menghubungi kakaknya melalui telpon salulernya.
Tidak berapa lama, telpon korban tiba-tiba terputus, karna merasa ada
yang tidak beres dengan adiknya, May kembali menghubungi korba, namun
sayang, saat dihubungi hape korban tidak dapat di hubungi lagi. "Pas dia
telpon saya, dia hanya menyebut-nyebut nama saya aja, terus pas saya
hubungi lagi, hape adik saya itu sudah mati,"terang May.
Tak lama kemudian, korban berhasil menghubungi kakaknya,
korban meminta agar dirinya segera di jemput di Jalan Ringroud,"kak may
tolong saya kak, saya dibawa tukang becak ke Jalan Ringroud, tolong
ikuti becak ini kak, saya takut,"ucap korban. Setelah menerima SMS dari
adiknya, May langsung mengubungi orangtuanya Usman, agar menjeput
korban.
Namun pengejaran Usman untuk mendapatkan anak gadisnya
tidak membuahkan hasil. Pasalnya, saat itu Usman tidak lagi melihat
anaknya,"saya sudah kejar sampai jalan Simpang Pos dan Pancur Batu, tapi
sepanjang jalan saya tidak melihat anak saya di becak,"ucap Usman yang
bekerja sebagai loper koran. Menurut Usman, setelah lulus sekolah 1
tahun yang lalu, anaknya Chairani, tinggal bersama kakaknya di Jalan
Klambir 5,"sejak lulus dari sekolah, anak saya ini sudah tinggal di
tempat kakaknya di Klambir 5, kebetulan kakaknya setiap pagi jualan
bubur dan sararapan pagi,"terang Usman.
Kepada wartawan, Usman mengaku sangat khawatir jika
anaknya menjadi korban pembunuhan dan perkosaan,"ini yang saya
khawatirkan, saya takut anak saya ini jadi korban pembunuhan dan
perkosaan,"akunya. Bukan hanya itu, hingga saat ini, hape anaknya sudah
tidak dapat lagi dihubungi,"hape anak saya sudah tidak bisa lagi
dihungi. Saya berharap anak saya cepat dapat ditemukan, dan kembali ke
rumah dalam keadaan sehat wal'fiat,"pintanya.
Usman juga mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Polsek
Sunggal dan Polsek Medan Baru,"pertama saya sudah melaporkan ke Polsek
Sunggal, tapi karna TKP awalnya masuk wilayah hukum Polsek Medan Baru,
saya akhirnya melaporkan ke sana. Tapi kata mereka, tunggu sampai
1x24jam,"pungkas Usman. (red)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar