![]() |
| chairani dan Orangtuanya |
Selain disekap, nyawa korban juga nyaris melayang setelah pelaku mengancam membunuh korban dengan menempelkan pisau kepinggangnya. Bukan hanya itu, korban juga hampir menjadi korban trafficking yang akan dijual ke Malaysia,"terang Usman, orangtua korban kepada wartawan di rumahnya di Jalan Cengal, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah.
Sementara dari keterangan korban sendiri mengaku peristiwa penculikan itu terjadi, Selasa (3/6) jam 21.00 wib, malam itu korban bernit pulang ke rumah kakaknya di Kasawan Klambir 5, dengan menumpangi betor korban pun berniat pulang ke rumah kakaknya. Namun ditengah perjalanan korban di bawa ke Jalan Ringroud, sama pemilik betor. Saat itu korban yang curiga sempat menghubungi kakaknya agar segera menjeputnya di Jalan Ringroud.
Sayang, pencarian kakak korban dan orangtuanya tak membuahkan hasil karna korban keburu menghilang."Padahal sudah aku bilang sama tukang becaknya bang, kita salah jalan pak, tapi dia diam saja dan terus berjalan,"beber korban. Singkatnya, tepat di rumah makan Warung Nenek di Kawasan Jalan Ringroud, tiba-tiba dua orang teman pelaku yang sudah menunggu langsung naik ke betor.
"Pas di warung Nenek kami berhenti, tiba-tiba ada dua orang lagi naik, satu duduk di belakang yang satunya lagi duduk disamping saya. Yang disamping saya duduk langsung mengancam saya dengan pisau agar saya jangan berteria,"terang korban. Ditengah perjalanan, tiba-tiba satu orang pelaku lagi langsung memberikan obat bius kepada korban, saat itu juga korban tak sadarkan diri. Sekira jam 2 pagi, korban tersadar,"pas ditengaj jalan saya masih melihat satu orang dibelakang saya ada semprotkan air kesapu tangan, terus hidung saya ditutup pakai sapu tangan itu, dari situ saya langsung tidak sadarkan diri lagi. Tiba-tiba pas saya sadar saya sudah berada di dalam gubuk, kalau tidak salah sekira jam 2 pagi saya baru tersadar,"beber korban yang terus didampingi orangtuanya.
Lanjut korban sambil mengatakan ciri-ciri ketiga
pelaku,"kalau yang pertama kali membawa saja, rambutnya cepak, pakai
jakae merah, terus kawannya yang dua lagi rambutnya gondrong dan satu
lagi botak, umur mereka sekitar 40 tahun,"ujar korban.
Selama disekap, korban mengaku bahwa dirinya akan dijual
ke Malaysia dengan menumpangi Kapal Laut dari Tanjung Pura,"kata mereka
saya mau di Jua ke Malaysia, naik kapal laut dari Tanjung Pura. Terus
saya sempat dengan mereka ada terima telpon bahwa rencananya saya akan
langsung diberangkatkan ke Malaysia,"udah ada 4 orang Bos, mobil sudah
disiapkan, tinggal berangkat aja mereka, pokoknya semuanya sudah beres.
Siap Boss,"ujar korban menirukan ucapan salah satu saat berbicara
melalui telpon saluler.
Beruntung, Rabu (4/6) sekira jam 11 malam, korban
berhasil melarikan diri dari penyekapan tersebut. Malam itu, untuk
mengetahui kondisi diluar, korban pun melihat dari celah lubang dinding.
Saat itu korban tak lagi melihat ke tiga pelaku, tak ingin berlama-lama
korban langsung berlari meninggalkan lokasi. Beruntung, ditengah
perjalanan tepatnya di atas Jembatan Sungai Tanjung Selama, korban
melihat sebuah betor yang melintas, saat itu juga dengan kondisi
ketakutan korban pun meminta agar dirinya diatarkan pulang ke rumah
orangtuanya.
"Lokasinya dipinggir sungai, tapi tidak jauh dari lokasi
ada pajak Melati. Di lokasi itu ada 3 orang wanita lagi yang mau di Jual
ke Malaysia, saya sudah mengajak mereka untuk melarikan diri, tapi
mereka takut dibunuh kalau ketahuan. Lokasinya macam kafe yang sudah
tidak terpakai lagi, di sana banyak gubuk-gubuk yang disekat-sekat.
Mungkin kalau saya tidak melarikan diri, hari ini saya sudah dijual
mereka ke Malaysia,"terangnya.
Sementara, Usman yang akrab disapa Babeh ini, berharap
pihak ke polisian segera membongkar sindikat penculikan
tersebut,"mudah-mudahan polisi segera menangkap mereka semua. Padahal
yang saya khawatirkan sama anak saya ini, dia jadi korban pembunuhan dan
perkosaan,"ucap korban. Sementara Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu
Adhi Putranto Utomo, kepada wartawan akan melakukan penyelidikan di
lokasi tersebut,"secepatnya kita akan lakukan penyelidikan,"pungkas
Adhi. (red)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar