www.beritamonitor.com

www.beritamonitor.com

Senin, 09 Juni 2014

Baru Empat Hari Bebas Bandar Sabu Tewas Telan 13 Paket Sabu

Dodi
BUSER,MEDAN, Baru empat hari keluar penjara, Dodi Nola Pazha Solin (27) warga Jalan Karya Wisata, Gang Wisata, Kel. Pangkalan Mansyur, Kec. Medan Johor, meninggal setelah nekad menelan 13 paket sabu-sabu, Sabtu (7/6) malam. Namun, pihak keluarga menduga tewasnya Dodi, karna dianiaya oleh polisi.

Tewasnya Dodi pertama kali diketahui ibu korban saat mendapat telepon dari pihak kepolisian Kanit Narkoba Poldasu  Kompol Ambarita. Dalam pembicaraan singkat melalui telepon seluler itu, polisi memberitahukan kalau Dodi sudah meninggal dunia dan jenazahnya berada di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim.

Kabar tersebut sontak mengejutkan pihak keluarga. Masih tak percaya dan untuk membuktikan keberannya, Kamijo orangtua Dodi, pun mencoba menghubungi nomor ponsel Dodi. Namun dari seberang telepon seorang pria yang mengaku polisi menyebut jika Dodi sudah meninggal dan jenazahnya masih di rumah sakit Bhayangkara. Kamijo pun bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud.

“Dia bilang anak saya sudah meninggal di RS Bhayangkara. Tapi saya tidak diberitahu apa penyebab meninggalnya,” ucap Kamijo.

Berdasarkan informasi yang diterima Kamijo, anaknya melakukan transaksi 13 paket sabu-sabu di kawasan Kompleks Perumahan Citra Wisata. “Anak saya katanya memegang barang bukti. Dari informasinya, dia tertangkap sama kawannya,” sambungnya.

Mendapatkan informasi itu, Kamijo langsung mendatangi RS Bhayangkara Polda Sumut. Setelah melihat jenazah anaknya, Kamijo melihat beberapa keganjalan seperti beberapa bekas tindak kekerasan. Pihak keluarga korban menduga Dodi itu tewas karena dianiaya.

Meski menduga ada tindak penganiayaan, namun pihak keluarga belum mendapat kepastian dari polisi soal penyebab tewasnya Dodi. Mereka masih menunggu hasil autopsi.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan membantah anggotanya telah menganiaya Dodi. “Tidak ada anggota kita menganiaya tersangka. Sabunya dia telan dan tersangka tewas di RS Bhayangkara,” katanya, Minggu (8/6) sore.

Bukan hanya itu, Toga juga membantah adanaya sejumlah luka di tubuh korban, antara lain memar di bagian dahi dan lutut bagian sebelah kiri serta dibagian kedua tangannya luka memar, diduga akibat borgol.

“Nggak ada mendapat penganiayaan, cuma masalahnya, dia (Dodi) tewas karena menelan sabu yang terlalu banyak saat dilakukan penangkapan,” ujarnya sambari mengatakan bahwa ada 13 paket sabu yang ditelan Dodi.(ayu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GENERASI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger