![]() |
| Hutasoit saat menunjukkan mobilnya yang ditembak perampok |
Aksi perampokan yang cukup menghebohka masyarakat dan pihak ke polisian itu terjadi di Jalan Ringroud/Gagak Hitam. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Menurutnya, peristiwa perampokan ini terjadi saat korban yang mengendarai mobil jenis Toyota Rush BK 383 L, melitas di Jalan Ringroud/Gagak Hitam, persis disamping Ayem Penyet Gepeng, menuju Polda Sumut, untuk menghadiri rapat Pilpres.
Namun, ditengah perjalanan, tiba-tiba, dua orang naik kereta jenis Satria FU, langsung memepet mobil korban, selanjutnya dari samping kiri, salah satu pelaku langsung menembaki mobil korban, akibatnya, kedua ban sebelah kiri (muka, belakang) pecah. Melihat kejadian tersebut, korban langsung menghentikan laju kendaraannya, saat itu juga pelaku langsung merampok korban sembari menodongkan pistol kearah wajah korban.
Korban yang tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah saat kedua pelaku menguras harta korban, usai menguasai harta korban, kedua pelaku langsung tancap gas meninggalkan korban sendiri. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan leptop merek Acer, 1 unit smart Iphon, uang jutaan rupiah dan berkas-berkas penting lainnya. Berharap pelakunya dapat ditangkap, korban langsung menghubungi beberapa temannya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal.
"Rencananya saya mau menghadiri rapat Pilpres di Polda Sumut, tapi ditengah jelan, saya dengar suara tembakan, saya pikir polisi yang melepaskan tembakan itu. Pas saya turun, ternyata mereka langsung menodongkan pistol sama saya,"ujar Hutasoit.
Ketua PCNU Kota Medan ini juga menuturkan, pada saat kejadian, lokasi tersebut terbilang sunyi,"pada saat kejadian, memang situasi pada saat itu sedang sunyi, makanya pas saya teriak rampok, tidak ada orang yang menolong saya,"ujarnya. (neny)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar